Burung Tempua dan Burung Puyuh Konon, pada zaman dahulu kala hiduplah seeekor burung tempua (manyar) dan burung puyuh di daratan tanah Melayu. Keduanya sangat akrab dan telah bersahabat sejak lama. Mereka saling menolong dan menyayangi. Pada siang hari mereka hilir mudik mencari makan bersama- sama. Suka duka mereka jalani bersama. Kalau hujan sama berteduh dan kalau panas sama bernaung. Namun, di malam hari mereka selalu berpisah. Mereka tidur di sarangnya masing- masing Suatu hari Tempua dan puyuh berselisih pendapat tentang sarang yang baik menurut mereka. Pertama-tama Tempua menceritakan sarangnya yang aman dan nyaman kepada puyuh, “Aku memiliki sarang yang indah, sarangku terbuat dari helaian alang-alang dan rumput kering. Helaian itu dijalin rapi sehingga aku tidak akan basah saat hujan dan tidak kepanasan di kala terik. Aku menghabiskan waktu berminggu- minggu untuk membuatnya.” Kata Tempau menjelaskan kepada Puyuh. Setelah tempua menceritakan menceritakan sarangnya, sekarang giliran Puyuh menceritakan sarangnya yang praktis. "Aku memiliki sarang yang praktis. Cukup dengan mencari batang pohon yang tumbang dan berlindurig di bawahnya. Besok aku akan pindah bersarang di tempat lain agar musuh tidak tahu keberadaanku pada malam hari" cerita puyuh tak mau kalah.
pelajaran apa yg bisa di petik dari cerita tersebut?
pelajaran apa yg bisa di petik dari cerita tersebut?
Jawaban:
Jangan lah menjadi orang yang sombong karena sombong itu perilaku yang sangat buruk dan dapat menghancurkan suatu hubungan
Penjelasan:
Jawaban:
pelajaran yang bisa dipetik adalah tidak semua orang punya selera dan pendapat yg sama seperti kitaa, jadi jangan pernah memaksakan kehendak hanya karna menurut kita itu sesuatu yg benar
cmiiw:)